PROFIL WIRAUSAHA YANG SUKSES
Kisah di Balik Berdirinya Kopi Kenangan
James Prananto merupakan pendiri merek kopi terkenal yaitu Kopi Kenangan yang menjadi inspirasi sukses banyak orang. Kopi Kenangan sendiri merupakan perusahaan Food and Beverage yang menjadi unicorn pertama di bidang makanan dan minuman di Asia Tenggara. Saat ini Kopi Kenangan sendiri merupakan merek kopi yang disenangi semua kalangan di Indonesia. Gerai Kopi Kenangan di seluruh Indonesia kurang lebih ada 600 gerai dan tersebar di berbagai kota.
Kopi Kenangan tidak hanya didirikan oleh James Prananto. Edward Tirtanata adalah teman sekaligus partner bisnis dari James Prananto yang dipertemukan saat menempuh perkuliahan di University of South California (USC), Amerika Serikat. Sebelum mendirikan Kopi Kenangan, mereka berdua sempat mendirikan sebuah kedai teh premium di Jakarta bernama Lewis & Carroll (L&C).
Bisnis tersebut cukup sulit kala itu, karena harga teh per cangkirnya berada di harga Rp40-Rp60 ribu yang terlalu mahal bagi sebagian orang Indonesia dan tidak terlalu menghasilkan bagi mereka. Belajar dari hal tersebut, Edward berusaha untuk lebih mengamati tren saat ini. Ia lalu menyadari bahwa banyak orang Indonesia yang gemar meminum kopi.
Dari situlah, ide untuk mendirikan Kopi Kenangan lahir. Edward pun mengajak James untuk membuat sebuah kedai kopi yang menjual kopi berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Faktor Pendorong
James secara lebih cermat kembali mengamati peluang pasar yang ada. Hingga akhirnya james melihat peluang di pasar kopi Indonesia. Ide bisnis yang mendorong lahirnya Kopi Kenangan sendiri ialah adanya misi untuk menyebarkan kecintaanya pada kopi Indonesia sebagai produk lokal ke kancah global. Terlebih lagi Indonesia tercatat sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, sehingga tak heran masyarakatnya secara tidak langsung memiliki budaya yang kuat dengan kopi. Kendati demikian, pada hari pertama, Kopi Kenangan hanya mampu menjual 700 cangkir.
Tantangan Dan Hambatan
Tantangan bisnis kuliner yakni menjaga konsistensi rasa ketika memiliki banyak gerai akan tetapi kopi kenangan bukan waralaba. Kopi kenangan miliki dan operasikan sendiri. Alasan sejak awal tidak mau waralaba karena setiap toko berbeda-beda operasinya. Dengan menjalankan sendiri, itu sudah membantu dari sisi konsistensi.
Melihat banyak antrean yang terjadi di beberapa gerai Kopi Kenangan tidak berlaku lagi di masa pandemi Covid-19 ini. Banyak gerai yang sepi akan pembeli. Peneliti mengunjungi beberapa gerai Kopi Kenangan yang terletak di Pondok Indah Mall II, Pejaten Village, dan Cinere Mall. Dari ketiga gerai tersebut dimana terletak di mall besar ternyata sepi akan pengunjung. Hanya ada beberapa driver ojek online yang mengantri untuk membeli. Tidak ada pengunjung yang membeli langsung di gerai Kopi Kenangan. Penyesuaian pelayanan ternyata dilakukan oleh Kopi Kenangan terkait dampak dari pandemi Covid-19.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh Bisnis.com, Edward selaku owner mengatakan bahwa terdapat tiga kiat yang dilakukan oleh Kopi Kenangan yaitu, mengalokasikan investasi yang cukup besar untuk marketing digital, sosmed, hingga online delivery, menerapkan kampanye senang atau Sehat Bareng Kenangan, dan memiliki kecukupan likuiditas perusahaan. (dipetik dari bisnis.com pada 24 Juli 2020 pukul 11.37).
Dampak yang diakibatkan dari pandemi Covid-19 ini tentunya adalah penurunan omzet Kopi Kenangan yang jumlahnya tidak mau disebutkan oleh pemiliknya, Edward Tirtanata. Namun, Kopi Kenangan juga berhasil mendapat dana pendanaan sebesar US$109 pada bulan Mei tahun 2020. Hal tersebut yang membuat peneliti akhirnya melakukan penelitian terkait pengaruh brand image yang dimiliki oleh Kopi Kenangan terhadap keputusan pembelian oleh konsumen. Tentunya keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen berpengaruh kepada berkembangnya usaha ini serta bertahannya Kopi Kenangan di tengah-tengah persaingan.